July 13, 2024
153 Tewas, Tragedi Kanjuruhan Jadi Peristiwa Mematikan Kedua di Dunia Sepak Bola

Info Bola, Ajang Berita – 153 Tewas, Tragedi Kanjuruhan Jadi Peristiwa Mematikan Kedua di Dunia Sepak Bola. Kerusuhan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya menjadi salah satu peristiwa paling kelam dalam persepakbolaan Indonesia. Namun, jumlah korban tewas terus meningkat dan dilaporkan mencapai 153 orang, menjadikan kerusuhan atau tragedi kanjuruhan menjadi peristiwa sepakbola paling mematikan kedua di dunia.

153 Tewas, Tragedi Kanjuruhan di Laga Arema Vs Persebaya

153 Tewas, Tragedi Kanjuruhan di Laga Arema Vs Persebaya
Laga Arema Vs Persebaya

Seperti yang Anda ketahui, pertandingan antara Arema dan Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang pada Sabtu malam, 1 Oktober 2022, berakhir ricuh. Hal ini karena para fans yang turun ke lapangan tersebut merasa kecewa Arema kalah dari Persebaya 2-3.

Kerusuhan antara para pendukung yang turun ke lapangan dan petugas keamanan berhasil dicegah. Polisi kemudian menembakkan gas air mata untuk mengendalikan situasi. Namun, gas air mata menyebabkan kepanikan di antara para pendukung, yang menyebabkan lebih banyak kekacauan.

Kepanikan menyebabkan banyak penonton terinjak-injak hingga tewas dan beberapa mengalami kesulitan bernapas karena gas air mata. Insiden tersebut sejauh ini telah menewaskan 153 orang.

Insiden sepak bola terbesar dalam sejarahnya, yang merenggut banyak nyawa, terjadi pada 24 Mei 1964. Insiden itu terjadi di stadion Estadion Nacional Peru selama pertandingan yang disiarkan televisi antara Peru dan Argentina.

Pertandingan Peru-Argentina adalah babak kualifikasi kedua untuk Olimpiade 1964 di Tokyo. Pertandingan awalnya berjalan dengan baik tetapi wasit tidak memberikan gol kepada tim Peru dan pertandingan berakhir dengan kekacauan.

Priceonomics, Minggu (2/10/2022) melaporkan bahwa seorang penonton berjalan ke lapangan dan berkonfrontasi dengan wasit. Tiba-tiba petugas keamanan dengan cepat menangkap pria itu dan memukulinya dengan keras.

Penggemar lain menunjukkan emosi dan berlari ke lapangan. Perkelahian meningkat dan 328 orang meninggal karena sesak napas dan pendarahan internal.

153 Tewas, Tragedi Kanjuruhan Jadi Peristiwa Mematikan Kedua di Dunia Sepak Bola
Tragedi sepakbola paling mematikan di dunia

Insiden di Estadion Nacional sejauh ini merupakan yang paling mematikan, dengan jumlah korban tewas mencapai 328 orang, tetapi ada laporan tentang lebih banyak lagi korban tewas.

Dan tempat kedua adalah yang terjadi di Stadion Shark Sprots di Ghana pada tahun 2001, ketika 126 orang tewas. Namun, insiden tersebut kini merosot ke posisi ketiga, menjadikan tragedi Kanjuruhan sebagai peristiwa sepak bola paling mematikan kedua di dunia.

About Author