Info Bola, Ajang Berita – Tidak Adil Jika Liverpool Gagal Juara Liga Utama Inggris. Jurgen Klopp mengatakan akan tidak adil bagi Liverpool apabila gagal menjadi juara Liga Primer Inggris karena pandemi virus corona yang membuat musim ini dibatalkan.

Tidak Adil Jika Liverpool Gagal Juara Liga Utama Inggris

The Reds memimpin klasemen dengan keunggulan 25 poin atas rival terdekat, Manchester City dan tengah di ambang meraih titel juara kasta tertinggi yang pertama dalam 30 tahun terakhir.

Namun, wabah COVID-19 memaksa Liga Primer dihentikan sejak Maret lalu dan kini peluang mereka menjadi juara terancam setelah muncul beberapa desakan untuk mengakhiri musim ini lebih dini.

Senin (18/5), seluruh 20 kontestan Liga Primer sepakat untuk kembali menggulirkan latihan dan berharap kompetisi bisa kembali dilanjutkan pada 12 Juni, meski sejauh ini belum ada jaminan kesehatan yang paten.

Dan Klopp merasa akan keliru apabila mengakhiri kampanye musim ini sebelum waktunya dan mengabaikan kesempatan Liverpool untuk meraih kejayaan.

“Ada pembicaraan bahwa orang-orang ingin membatalkan musim ini dan tidak ada hasil yang berlaku. Jadi Anda berpikir: ‘Hah? Kami telah memainkan 76 persen musim ini dan mereka ingin menghapusnya?'”

“Itu akan menjadi sesuatu, yang menurut saya pribadi, akan terasa tidak adil.”

“Kami berada di posisi pertama klasemen kandang dan tandang. Ini adalah musim di mana seharusnya kami menjadi juara.”

“Berurusan dengan krisis adalah hal yang paling penting. Tapi itu tidak berarti bahwa hal-hal yang lainnya sama sekali tidak penting hanya karena tidak menjadi prioritas.”

“Saya pikir ada hal-hal buruk dalam hidup ini ketimbang tidak menjadi juara. Banyak orang di sekitar kita memiliki masalah besar. Orang-orang meninggal, itu selalu terjadi, namun pada saat ini disebabkan oleh virus yang kita semua tidak tahu dan tidak ada yang bisa menangkalnya.”

“Kita tidak bisa bersiap untuk segalanya, namun harus juga sering bereaksi. Itu bagian terbesar dalam hidup saya, bereaksi terhadap hal-hal yang tidak saya harapkan.”

Manajer asal Jerman itu merasa yakin klub-klub kasta tertinggi Inggris akan mampu menerapkan standar keamanan yang ketat bagi para pemain untuk berlatih, seperti yang telah ditunjukkan klub-klub Jerman.

“Orang-orang berkata: ‘Bagaimana Anda bisa memikirkan sepakbola, pada saat orang-orang sekarat di luar sana?' Tidak ada yang seperti itu, namun seperti cabang bisnis lainnya, kami harus mempersiapkan untuk keadaan ke depan, karena tentu saja itu akan datang.”

“Ketika berbicara tentang sepakbola, itu berarti kami akan kembali memulai latihan pada suatu titik dan untuk memastikan semua orang aman, langkah-langkah ketat diterapkan.”

“Seperti yang dilakukan di Jerman, sekarang dicontoh oleh Inggris. Kompleks latihan klub-klub profesional Inggris akan menjadi tempat teraman. Tidak ada tempat untuk menularkan infeksi sama sekali.”